Blog

Gong Perdamaian Dunia

Gong perdamaian dunia merupakan gong yang menyimbolkan usaha perdamaian dunia. Gong ini awalnya merupakan warisan turun temurun yang dijaga oleh Ibu Musrini, berumur lebih dari 450 tahun, gong ini awalnya digunakan sebagai sarana dakwah penyebaran agama islam oleh seorang wali. Ide mengenai Gong Perdamaian dunia sendiri dicanangkan oleh Dr. Djuyoto Suntani, Presiden Komite Perdamaian Dunia. Peluncuran secara resmi Gong Perdamaian Dunia dilaksanakan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri di Bali pada tanggal 31 Desember 2002, peluncuran tersebut didedikasikan kepada 202 negara  sebagai simbol terjaganya Perdamaian Dunia selepas kerusuhan bom bali tanggal 12 Oktober 2002.

Komplek Museum Gong Perdamaian Dunia memiliki berbagai macam koleksi, tidak hanya satu namun  terdapat tiga macam gong perdamaian, gong pertama merupakan  Gong Perdamaian Nusantara yang berisi lambang Kabupaten, Provinsi, serta agama yang berada di Indonesia, pada bagian tengah gong terdapat gambar peta Indonesia. Gong kedua merupakan Gong perdamaian Dunia, yang berisi lambang-lambang bendera dunia, serta berbagai kepercayaan yang dianut warga dunia, pada bagian tengah gong  sendiri terdapat gambar belahan bumi. Gong ketiga merupakan gong perdamaian Asia-Afrika yang menggambarkan bendera-bendera negara peserta konferensi Asia Afrika 1955. Selain koleksi dalam bentuk gong terdapat pula koleksi lainnya berupa  Koleksi Tanah Sedunia yang berasal dari 202 Negara, Koleksi Air  dari 99 Negara, Sumur Perdamaian, Kendi Pancasila, Situs Pusat Bumi Plajan, dan  Bendera Negara Dunia. Untuk memasuki kompleks museum Gong Perdamaian dunia pengunjung hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp. 5000 sebagai pengganti tiket masuk.

Setelah peluncurannya, Gong Perdamaian Dunia yang berasal dari jepara ini dibawa untuk mengelilingi negara-negara anggota Komite Perdamaian Dunia, beberapa Gong Perdamaian pun dibuat untuk didirikan secara permanen di beberapa negara seperti Geneva (Switzerland), New Delhi (India), Penglai (China), Godollo (Hungaria), Vientiane (Laos) serta masih banyak lainnya. Di Idonesia sendiri telah terdapat beberapa gong perdamaian Dunia, yang didirikan di provinsi Jawa Tengah, Bali, Maluku, dan Sulawesi Tengah.

Iklan